Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan

15 Juli, 2010

Tak Terbendung

Kau harus mengejarnya
Untuk apa?

Itu untuk hatimu, bukankah kau begitu merindukannya
Cinta itu fitrah. Jangan kaubunuh cinta itu.

Tapi Allah akan sangat murka dan cemburu bila ada dua cinta dalam hati anak Adam.
Semoga Allah mnyatukan kita dalam barisan orang-orang yang teguh dalam perjuangan.

Berjuanglah...
Redupkanlah sejenak segelintir asah dalam jiwa yang menggejolak.
Medan dakwah kita memang menuntut utk m'persiapkan diri terutama hati ini dengan lebih baik.

04 April, 2010

Kisah Si Bungsu

Kata siapa jadi anak paling bungsu itu menyenangkan. Mungkin menarik kedengarannya jadi yang paling bungsu atau yang paling kecil. Dimanja, disayang, dipenuhin keinginan pasti menyenangkan.

Seolah semuanya terlihat sangat indah. Tetapi tidak jarang ditemukan banyak kasus bahwa jadi yang paling bungsu sebenarnya sangat tidak menyenangkan.  Sebagai contoh, segala peristiwa yang terjadi di rumah pasti sasaran yang utama selalu paling bungsu. Mendapat otoriter dari kakak-kakak sudah pasti. 

Kasus yang paling tidak menyenangkan adalah pertengkaran kedua orang tua. Si bungsu yang masih terlalu kecil dan tidak tau apa-apa yang masih dalam fase dini untuk menerima kenyataan terpaksa harus menghadapi dan ikut andil dalam permasalahan kedua orang tuanya walaupun hanya ikut ambil dalam bagian sebagai lakon seorang yang berperan menangis tiada hentinya.

Dalam posisi dirinya yang masih kecil harus jadi rebutan kedua orang tua.  Sudah pasti, ibulah yang menang dan berhak untuk membawanya. Dasar si bungsu yang tidak tau apa-apa seolah cepat melupakkan peristiwa yang terjadi dengan bermain bersama teman-temanya di tempat yang baru, tertawa, bermain dan seterusnya. Tidak ada sedikit pun kekhawatiran terhadap nasib rumah tangga kedua orang tuanya. Wajarlah, mana mungkin anak 4 tahun memikirkan masalah yang berat.

Beranjak remaja, perlahan-lahan ia mulai mengerti kondisi yang terjadi dalam rumahnya. Jika pertengkaran itu terjadi, si bungsulah yang paling banyak menangisnya. Tangis yang menjadi-jadi dan sangat ketakutan seolah ia tidak sanggup untuk harus memilih ikut siapa. 

Orang tua yang masih peduli dan merebutkan dirinya untuk ikut bersama. Kacau, bingung, sedih, marah dan kecewa berkecamuk dalam pikirannya. Sifat pemberonntak pun mulai tumbuh, konsentrasi yang terganggu dalam belajar, naiknya aktivitas bolos di sekolah sangat membawa dampak negatif bagi kehidupan dari seorang anak remaja yang menatap masa depan, mengejar mimpi dan menysun harapan.
 
Masuk fase dewasa seolah semuanya menjadi terbalik. Tidak ada lagi tangisan yang menjadi-jadi, ataupun teriakan karena ketakutan. Diam dalam kamar menjadi jalan pintas atau tidak pulang rumah, misalnya lebih banyak diam dan sendiri. sifat pemberontak yang semakin tidak bisa hilang dalam dirinya. seolah ingin lari dan pergi dari rumah. Rasanya sangat hancur ketika kedua orang tua mengatakan tidak lagi perduli padanya dan menyuruh dirinya menentukkan hidupnya sendiri saja.
 
Keep fight, keep istiqomah deh bagi seseorang yang merasa jadi anak paling bungsu ^_^

23 Maret, 2010

Lagi-lagi Jilbab

Di kotaku kriteria utama dalam pekerjaan adalah penampilan. Seolah tidak terbuka peluang hanya karena sebuah penampilan yang dapat kukatakan tidak marketable, daya jual tinggi istilah mereka.

"keliatannya kamu cukup tinggi, manis dan sangat menarik".
"tetapi gimana ya, hmm... kyknya penampilan kamu yg seperti ini belum kami terima, maaf"

Diskriminasi terhadap jilbab serasa tidak ada akhirnya, khususnya untuk kota tercintaku.

Orang-orang yang sangat "bodoh" yg pernah ada, menilai semuanya dari luar tanpa menilai kapasitas dan kompetensi.

Sekarang masih saja berpikiran kolot seperti itu. Masih memandang perempuan sebagai alat penjual atau kasarnya pemuas nafsu belaka. Perempuan mempunyai hak yang sama dengan siapapun tanpa memandang suku, golongan, apalagi agama.

Sebagai Muslimah, tidak akan kugadaikan imanku hanya dengan tumpukan rupiah. Cukuplah Allah penolong dan membuka pintu rezekiku. 

"Ya Allah, bukakanlah pintu hati kepada mereka yang membenci agama-Mu"

15 Maret, 2010

Sajak Indah Darinya

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Darmono)

Sajak yang sangat indah, buatku tidak tidur semalaman untuk menelaah maksud dari tiap-tiap bait tersebut dan mebuatku sangat mencintai sajak ini tidak dengan sederhana. Karena sajak ini sudah tersimpan dalam hati tanpa harus dilalui filter "rasa menyakitkan"

Seseorang mengatakkan padaku cintailah semuanya dengan sederhana. jujur aku bingung dan tidak mengerti. Sederhana seperti apa, dan bagaimana. malah yang ada dalam pikiranku mungkin orang itu tidak memilih-milih siapapun menjadi pendampingnya atau mungkin yang biasa-biasa saja yang diinginkannya.

Ternyata rangkuman pikiranku salah besar. maksud orang tersebut ialah sederhana dalam arti jangan terlalu berlebihan mencintai seseorang atau menginginkkan sesuatu karena jika kita tidak bisa mendapatkkannya akan sangat menyakitkan.

Pemberian yang Sempat Terlupakan

Wanita itu begitu kaget dan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya. sebuah bingkisan indah pemberian seorang ikhwan aktivis dakwah yang ia kenal. perlahan dibukanya bingkisan itu. betapa kagetnya ia ternyata yang tampak dihadapannya ialah jilbab hijau panjang yang indah (karena sang ikhwan tau warna kesukaan wanita itu hijau), al matsurat, stiker bergambar flag moeslim dan gantungan kunci bertuliskan asma Allah.

Bingung, heran dan sangat tidak mengerti. baginya semua itu tidak berarti.Bingung karena jilbab itu akan sangat sia-sia baginya yang waktu itu belum berjilbab. Jilbab yang indah itu dilipat kembali, disimpan dalam lemari masih dalam keadaan terbungkus, almatsurat disimpannya dalam lemari buku bersama gantungan kunci dan stiker-stiker yang lain dan berkata dengan sendirinya "apaan sih ngasih gw kyk ginian"

Tidak pernah tersentuh seiring berjalannnya waktu. sampai suatu saat hidayah itu datang pada wanita itu. betapa ia sangat menyesali dengan perbuatannya dulu, mengganggap bingkisaan waktu itu sungguh tidak berguna bagi dia.

Syukron akhi atas pemberianmu yang indah^_^

Merindukan Ikhwan dalam Khayalan

Sebenarnya apa yang dicari seorang akhwat terhadap ikhwan yang didambakannya. kita mungkin akan sepakat jika yang dicari adalah akhlaqnya yang baik.

Kadang sulit membedakakan mana yang namanya kekaguman dan simpatik. Sosok ikhwan yang populer dan cukup banyak andil dalam kegiatan dakwah atau yang disebut sebagai aktivis dakwah, memang benar bisa membuat seorang akhwat terkagum-kagum dan besar hatinya untuk bisa memiliki ikhwan tersebut.

Tapi bagaimana caranya, tindakan apa yang harus dilakukan agar dapat menarik simpatik ikhwan tersebut. mungkin kita bisa termasuk juga seorang yang sedang di incar ikhwan itu jika kita juga seorang aktivis dakwah yang sama seperti dirinya.

Rumit dan sungguh sangat membingungkan untuk seorang wanita yang sedang dalam proses menujuh hijrah dalam hidupnya kearah yang lebih baik. yang terimbas oleh pengetahuan sangat mendalam atas gejolak hati mendambakan sosok ikhwan dalam hatinya. mengubah semua cara pandang yang selama ini salah, memperbaiki dirinya dan lebih mendekatkan diri pada ALLAH SWT. seolah dirinya masih terasa sangat jauh untuk bisa mendapatkan sosok ikhwan tuk menjadi pendamping hidupnya jika kriteri2 ikhwan saat ini cukup tinggi dan beragam untuk calon istrinya kelak.

Mungkin, dengan berjalannya keinginan dalam perubahan dirinya, waktu seakan mengangguk setuju.

Hanya ingin menjadi orang yang sok tau tapi sebenarnya ga terlalu tau tapi bukan berarti belagu ^_^

Haruskah Perasaan Dijadikan Yang Kedua

Wanita itu akhirnya bisa lelah juga dengan keadaan sekitarnya, lelah dengan lingkungannya, lelah dengan idealis tinggi yang sanggup menomer duakan perasaannya saat ini. Begitu ingin dia lari, menghilang, lenyap, dan meninggalkan smuanya. Seolah dirinya sedang dikejar-kejar oleh kerasnya hati yg mungkin saat ini sedang menertawkan dirinya yang kalah. Akhirnya dia pun tidak bisa membendung kesedihannya. Matanya terasa begitu berat dan lelah karena derasnya airmata yang saling berebutan ingin bebas keluar.

Ya Rabb, kurasa dia membutuhkan banyak malaikat. Satu malaikat, di kiri dan kanan, untuk memegangi kepalanya agar wajah itu tetap menekuni sajadah. Satu malaikat untuk memegangi kakiknya agar kokoh berdiri di sana untuk-Mu. Satu malaikat untuk menjaga pikirannya agar hanya mengingat-Mu. Satu malaikat dalam hatinya, agar tetap terpatri pada-Mu.

Kenyataanya, wanita itu masih mampu bertahan. Sederhana saja, semua karena keyakinannya akan keberadaan Sang Maha Terkasih yang selalu membersamai. Bukankah segala cobaan hanyalah bentuk kecintaan Khaliq terhadap makhluk-Nya. Bukankah semakin beratnya cobaan itu menunjukkan kadar keimanan dan ketaqwaannya meningkat.

Wanita itu bukan sedang mencurahkan perasaannya tetapi sedang menggelorakan semangat dan kekuatan, menadahkan kedua tangan seraya menyebut asma-Nya dan berucap "ya Rabbul Izzati, tiada yang kupinta selain ridha dan kasih-Mu"